Manchester City berhasil menjaga 'kesucian' Etihad Stadium, setelah
menghempaskan salah satu rival mereka di Liga Primer Inggris, Liverpool, lewat
skor tipis 2-1, Jumat (27/12) dini hari WIB. Gol-gol dicetak oleh sang kapten
Vincent Kompany dan Alvaro Negeredo, sementara The Reds menorehkan
catatan melaui Pilippe Coutinho.
The Citizens tidak
tampil sangar selayakanya City yang membantai Tottenham Hotspur dan Arsenal.
Mereka cenderung kalem dengan fokus menjaga keunggulan tipis 2-1 dengan sikap
dewasa.
Kontrol sang kapten, Vincent Kompany, sepanjang laga jadi kuncinya. Dengan penuh karisma bek berusia 27 tahun itu mampu meredam segala serangan berbahaya yang dilancarkan Liverpool.
Momen krusial jelas terjadi kala ia berhasil membendung pesona Luis Suarez yang tampil menonjol di laga ini.
Berkat kelihaiannya menjaga lini belakang, El Pistolero dipaksanya semakin sering turun ke tengah untuk menjemput bola. Dua tekel serta tiga intersep yang ia lakukan jadi gambaran singkat.
Tak hanya bertahan, naluri menyerang mantan bek Hamburg SV ini pun diumbar. Tercatat ada tiga tembakan berbahaya yang ia lancarkan, satu diantaranya tepat sasaran. Jelas kuantitas yang tinggi bagi seorang bek tengah.
Satu diantara dua tandukan yang ia lancarkan ke gawang kawalan Simon Mignolet bahkan mampu berbuah satu gol. Sebuah gol krusial, untuk membangkitkan mental para punggawa City yang saat itu sedang tertinggal.
Puncaknya ketika Alvaro Negredo berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 di penghujung babak pertama.
Penampilan apiknya di paruh pertama kemudian ia lanjutkan di babak kedua. Dengan sigap bersama Joleon Lescott, andalan Timnas Belgia itu begitu disiplin menjaga pergerakan Raheem Sterling, Victor Moses, hingga Jonas Henderson untuk menjaga keunggulan
Mereka semua dibuat frustasi sepanjang babak kedua. Hal itu diwakilkan dengan segala ekspresi gemas yang ditunjukkan kapten tim tamu, Suarez. Ya, jika saja City tak memiliki Kompany, mungkin saja Si Gigi Kelinci mampu menodai 'kesucian' Etihad Stadium pada malam itu.
Kontrol sang kapten, Vincent Kompany, sepanjang laga jadi kuncinya. Dengan penuh karisma bek berusia 27 tahun itu mampu meredam segala serangan berbahaya yang dilancarkan Liverpool.
Momen krusial jelas terjadi kala ia berhasil membendung pesona Luis Suarez yang tampil menonjol di laga ini.
Berkat kelihaiannya menjaga lini belakang, El Pistolero dipaksanya semakin sering turun ke tengah untuk menjemput bola. Dua tekel serta tiga intersep yang ia lakukan jadi gambaran singkat.
Tak hanya bertahan, naluri menyerang mantan bek Hamburg SV ini pun diumbar. Tercatat ada tiga tembakan berbahaya yang ia lancarkan, satu diantaranya tepat sasaran. Jelas kuantitas yang tinggi bagi seorang bek tengah.
Satu diantara dua tandukan yang ia lancarkan ke gawang kawalan Simon Mignolet bahkan mampu berbuah satu gol. Sebuah gol krusial, untuk membangkitkan mental para punggawa City yang saat itu sedang tertinggal.
Puncaknya ketika Alvaro Negredo berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 di penghujung babak pertama.
Penampilan apiknya di paruh pertama kemudian ia lanjutkan di babak kedua. Dengan sigap bersama Joleon Lescott, andalan Timnas Belgia itu begitu disiplin menjaga pergerakan Raheem Sterling, Victor Moses, hingga Jonas Henderson untuk menjaga keunggulan
Mereka semua dibuat frustasi sepanjang babak kedua. Hal itu diwakilkan dengan segala ekspresi gemas yang ditunjukkan kapten tim tamu, Suarez. Ya, jika saja City tak memiliki Kompany, mungkin saja Si Gigi Kelinci mampu menodai 'kesucian' Etihad Stadium pada malam itu.


Posting Komentar